You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengangkutan Sampah di Pulau Seribu Masih Terkendala
photo Doc - Beritajakarta.id

Pengangkutan Sampah di Pulau Seribu Masih Terkendala

Kapal pengangkut sampah untuk Pulau Seribu, KM Laut Bersih nampaknya masih belum bisa dioperasikan. Sebab hingga kini belum ada pejabat dari Dinas Kebersihan yang bertanggung jawab untuk menggunakan anggaran operasional kapal tersebut.

Anggarannya ada, tapi organisasi penggunanya tidak ada. Memang sudah dialihkan ke dinas tapi penanggung jawabnya belum jelas

"Rencananya, minggu ini dioperasikan. Anggarannya ada, tapi organisasi penggunanya tidak ada. Memang sudah dialihkan ke dinas tapi penanggung jawabnya belum jelas," ujar Isnawa Adji, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Rabu (18/5).

Namun, lanjut Adji, pihaknya akan segera menunjuk pelaksana tugas pengguna anggaran. Sehingga pembersihan sampah di Pulau Seribu bisa berjalan.

KM Laut Bersih Empat Bulan Tak Beroperasi

Menurut Adji, untuk 2017 mendatang, anggaran pembersihan sampah di Pulau Seribu akan langsung dikelola Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Saat ini ada sekitar 30 kapal yang beroperasi di kawasan pulau seribu untuk mengangkut sampah," tandasnya.

KM Laut Bersih merupakan kapal khusus pengangkut sampah untuk pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Di 2016 ini, kapal tersebut sudah tidak beroperasi sejak empat bulan lalu. Sehingga masyarakat pulau seribu harus mencari cara menangani sampah yang ada.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6786 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6161 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1401 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1285 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1274 personAnita Karyati